Harga Bitcoin (BTC) menguat pada perdagangan Kamis, 17 September 2026, setelah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, menaikkan suku bunga acuannya. Nilai asset kripto Bitcoin tercatat berada di kisaran US$76.400 atau setara sekitar Rp1,35 miliar berdasarkan kurs Rp17.749 per dolar AS.

Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap keputusan kebijakan moneter The Fed. Selain pergerakan harga, data perdagangan menunjukkan adanya kenaikan kapitalisasi pasar Bitcoin, tetapi disertai penurunan volume transaksi dalam 24 jam terakhir.

Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini Naik 1,05 Persen

Berdasarkan pantauan CoinMarketCap sekitar pukul 12.06 WIB, Harga Bitcoin (BTC) berada di kisaran US$76.442. Nilainya meningkat sebesar 1,05 persen dalam 24 jam terakhir.

Dengan kurs Rp17.749 per dolar AS, harga satu Bitcoin setara dengan sekitar Rp1,35 miliar. Nilai tersebut merupakan hasil konversi dari harga Bitcoin dalam dolar AS sehingga dapat berubah mengikuti pergerakan BTC dan nilai tukar rupiah.

Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat mencapai sekitar US$1,53 triliun, naik 0,8 persen. Kapitalisasi pasar menggambarkan total nilai seluruh Bitcoin yang beredar berdasarkan harga pada waktu pemantauan.

Sementara itu, volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir berada di angka US$30,34 miliar. Volume tersebut turun 21,79 persen meskipun harga BTC dan kapitalisasi pasarnya mengalami kenaikan.

Jumlah Bitcoin yang telah beredar tercatat sekitar 20,08 juta BTC. Angka ini semakin mendekati batas maksimum pasokan Bitcoin yang telah ditetapkan sebanyak 21 juta BTC.

Baca Juga: Produk Bank Emas BSI: Inovasi Baru untuk Kemudahan Investasi Emas?

Suku Bunga The Fed Naik 25 Basis Poin

Penguatan harga Bitcoin berlangsung setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan pada Rabu, 16 September 2026. Keputusan tersebut menjadi kenaikan pertama sejak Juli 2023.

Kenaikan itu membawa suku bunga acuan The Fed ke kisaran 3,75–4 persen. Keputusan diambil secara bulat melalui pemungutan suara 12-0.

Federal Open Market Committee atau FOMC menyampaikan bahwa kebijakan tersebut ditujukan untuk mendukung kembalinya inflasi ke target sebesar 2 persen secara lebih cepat. The Fed juga memberikan sinyal bahwa peluang kenaikan suku bunga lanjutan hingga akhir tahun masih terbuka sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga.

Keputusan suku bunga The Fed menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan pasar keuangan global, termasuk pasar aset kripto. Namun, data yang tersedia hanya menunjukkan pergerakan Harga Bitcoin (BTC) setelah pengumuman tersebut dan tidak memastikan bahwa kebijakan The Fed menjadi satu-satunya penyebab kenaikan.

Harga Bitcoin mencapai sekitar Rp1,35 miliar setelah naik 1,05 persen dalam 24 jam. Investor tetap perlu mencermati pergerakan harga, volume perdagangan, nilai tukar rupiah, dan perkembangan kebijakan The Fed sebelum mengambil keputusan.

Demikian informasi seputar perkembangan kenaikan harga Bitcoin (BTC). Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Touristcompany.Org.

Related Post