Transaksi pupuk subsidi langsung tercatat sejak dini hari 1 Januari 2026. Kondisi ini menjadi penanda kesiapan sistem distribusi dan komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan sarana produksi pertanian bagi petani di seluruh Indonesia.

Kementerian Pertanian mencatat sebanyak 147 transaksi pupuk subsidi terjadi hanya dalam hitungan menit setelah pergantian tahun. Hingga pukul 00.16 WIB, penebusan pupuk telah dilakukan petani di berbagai daerah melalui dua mekanisme, yakni sistem iPubers berbasis KTP dan penggunaan kartu tani.

Data itu menunjukkan bahwa sistem penyaluran pupuk subsidi telah siap digunakan sejak hari pertama tahun anggaran.

Transaksi Pupuk Subsidi Berjalan Lancar di Awal Tahun 2026

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah, menyampaikan bahwa transaksi pupuk subsidi yang berjalan sejak pukul 00.00 WIB menegaskan kesiapan sistem digital dan distribusi di lapangan. Menurutnya, penebusan dilakukan sesuai harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia menambahkan, berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117 Tahun 2025, pemerintah telah menurunkan harga eceran tertinggi pupuk subsidi sebesar 20 persen. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga daya beli petani sekaligus memastikan pupuk dapat diakses tepat waktu.

Hal senada disampaikan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman. Ia menegaskan bahwa kelancaran transaksi pupuk subsidi sejak awal tahun merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas produksi pangan nasional dan mempercepat swasembada pangan.

Di tingkat petani, kelancaran transaksi pupuk subsidi juga dirasakan langsung. Salim, anggota Kelompok Tani Timbul Jaya di Kabupaten Cilacap, mengaku berhasil menebus pupuk urea sebanyak 800 kilogram di kios resmi hanya beberapa menit setelah tahun berganti. Ia menyampaikan rasa syukur atas kemudahan akses pupuk subsidi yang tersedia tepat waktu.

Kementerian Pertanian menilai keberhasilan transaksi pupuk subsidi sejak dini hari mencerminkan penguatan tata kelola distribusi sarana produksi pertanian. Sistem digital yang berjalan baik diharapkan mampu mencegah kelangkaan, menjaga harga tetap sesuai ketentuan, serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional sepanjang 2026.

Transaksi pupuk subsidi yang langsung berlangsung sejak awal 2026 menunjukkan kesiapan sistem distribusi dan komitmen pemerintah dalam mendukung petani serta menjaga ketahanan pangan nasional.

Demikian informasi seputar transaksi pupuk subsidi pada awal tahun 2026. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Touristcompany.Org.

Related Post