Proyek Bandara Buleleng Bali Utara akan terus dilanjutkan seperti yang disampaikan Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Luhut mengungkapkan jika pembangunan proyek bandara ini akan lebih murah dibandingkan dengan menambah panjang landasan pacu di Bandara Ngurah Rai. Alasan lainya proyek ini dapat dilanjutkan karena sudah mendapat lampu hijau dari Presiden Joko Widodo.

Menurut Luhut, jika menambah second ranway di Denpasar biayanya dapat mencapai Rp 27 triliun. Itupun hanya dapat menambah 10 juta penumpang saja. Sedangkan proyek Bandara Bali Utara hanya membutuhkan biaya Rp 6,3 triliun. Bahkan nantinya akan dibuat tol sepanjang 7,5 km dari utara ke selatan.

Direktur PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti, Made Mangku mengungkapkan jika restu Presiden diharapkan dapat menyelesaikan hambatan dalam pembangungan khusunya mengenai lokasi pembangunan.

Presiden Joko Widodo telah mengirimkan surat kepada Menteri Perhubungan melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk mengeluarkan penetapan lokasi secepatnya.

Awalnya Made Mangku mengusulkan jika Bandara Buleleng di Bali Utara dibangun, yakni di lepas pantai Kubu Tambahan. Namun pertimbangannya adalah di wilayah tersebut terdapat banyak tempat ibadah dan situs sejarah. Untuk itu pembangungan bandara kecil kemungkinan dibandung di darat.

Bandara Internasional Bali Utara diperkirakan mampu menampung 32 juta orang dan memiliki landasan pacu sepanjang 4.100 meter. Proyek pengerjaan bandara ini merupakan kerjasama antara PT BIBU Panca Sakti dengan Airports Kinesis Consulting yang merupakan perusahan asal Kanada. Rencananya perusahaan tersebut akan mencairkan pendanaan dalam memenuhi kebutuhan investasi.

Bandara Buleleng di Bali Utara memang sangat strategis dan penting untuk menunjang pariwisata di Bali. Saat ini Bandara Ngurah Rai sudah sangat padat sehingga dibutuhkan infrastruktur tambahan guna menampung para wisatawan yang datang ke Bali. Selain itu, pembangunan Bandara Bali Utara juga untuk mengikis ketimpangan ekomoni antara Bali Utara dan Selatan.

Seperti yang kita ketahui, Bali Selatan menjadi pilihan wisatawan karena lokasinya yang strategis dan mudah diakses. Sehingga jika Bali Utara dibangun bandara diharapkan akan memajukan ekonomi dan pariwisata di wilayah utara.