Menjadi seorang pengusaha yang sukses memang sering kali tidak mengenal usia, bisa anak muda, bisa yang sudah tidak muda lagi. Kesuksesan akan digapai kalau anda memiliki etos semangat yang tinggi, didampingi dengan ide menarik, dan juga didampingi oleh faktor LUCK yap, keberuntungan.

Kali ini kami akan membahas seorang gadis yang kreatif, menjadi pengusaha yang sukses bisnis pakaian berfokus pada batik Indonesia (Batik Kultur) dia adalah Dea Valencia. Dea perempuan berparas cantik kelahiran Semarang, 14 Februari 1994 ini juga menghasilkan ratusan juta rupiah per bulan dari bisnis pakain tersebut.

Dea memang sudah dikenalkan dengan batik saat kecil, namun tidak ada yang tahu kalau jalan batik menjadikannya besar. Dea mulai menjalankan bisnis batik sejak usia 16 tahun di tahun 2011, menjual batik lawasan.

Wanita Cantik 24 tahun tersebut tidak bekerja sendiri di dalam mengembangkan usaha batiknya. Ia dibantu dan didukung penuh oleh ibunya. Ia juga dibantu oleh beberapa karyawan, yang hebatnya adalah difabel tunarungu dan tunawicara namun memiliki semangat dan kerja keras dalam membantu mengangkat Batik Kultur.

Seiring berjalannya waktu, ketika awal produksi Batik Kultur hanya membuat 20 potong pakaian, kini bisnis Dea mampu memproduksi 800 potong Batik Kultur setiap bulan Dengan harga Rp 250.000 – 1,2 juta, nilainya setara dengan Rp3,5 miliar per tahun atau Rp300 juta per bulan.

Batik Kultur milik Dea bahkan telah diekspor ke beberapa negara. Beberapa customer dari Norwegia, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia, Singapura dan Hongkong sudah melakukan pemesanan. Sebagai alumni program studi Sistem Informasi Universitas Multimedia Nusantara, Dea paham betul kekuatan internet untuk pemasaran.

Bisnis pakaian Batik Kultur 95 persen memanfaatkan jaringan internet dalam urusan permasalahan. Dea menjadikan Facebook dan Instagram sebagai katalog dan media komunikasi dengan konsumennya.

Perempuan dua bersaudara ini memiliki kalimat bijak “If you never try you’ll never learn. There is no elevator to success, you have to take the stairs”. Bisa dicontoh agar makin bersemangat untuk menggapai kesuksesan dalam berbisnis