Butuh mentalitas dan cara pandang luas untuk bisa menjadi seorang pengusaha yang memulai bisnis di Bali. Setiap orang mempunyai titik lemah dan kekuatan sendiri. Tidak pernah mengawali sesuatu yang tidak disukai itulah kalimat yang di pegang teguh oleh Ni Kadek salah satu pengusaha yang sukses dari Bali.

Gagal tak hanya sekali Kadek pernah mencoba beragam jenis bisnis di Bali. Mulai dari laundry, butik pakaian surfing, batik, garmen, sampai ke usaha kuliner. Berkali-kali pindah lahan bisnis, tetapi tidak patah arang. Baginya, ini soal cara pandang saja.

Cara pandangnya yaitu tidak pernah menganggapi kegagalannya sebagai kegagalan. Tetapi, memandangnya sebagai tanda bahwa memang kurang bisa maksimal dalam mengembangkan diri dan insting bisnisnya. Ni Kadek, yang masih merasa belum menjadi sukses bisnis di Bali.

Cara pandang tersebut yang bisa membuatnya tak terpuruk dan mengasihani diri sendiri. Sebaliknya, dia akan selalu mencari peluang baru yang bisa mengembangkan passion-nya secara maksimal. Pada akhirnya jawaban ini dia dapatkan saat menggeluti bisnis di Bali dengan produk perawatan kecantikan tubuh Bali Alus.

Lulusan Arsitektur Universitas Udayana, Bali mengatakan, “Buatnya, yang terpenting adalah mencintai apa yang dia kerjakan. Ketika menikmatinya, maka hasil usaha kita akan maksimal”. Ilmu Arsitekturnya dia pakai untuk menciptakan desain produk yang menarik bagi usahanya.

Dukungan dan cinta kasih dari keluarga adalah suplemen spirit terbesar baginya. Meski dia harus jatuh bangun saat merintis bisnis, tak sedikit pun tebersit keraguan atau nada menghakimi dari keluarga besarnya. I Putu Katra, suami dari Ni Kadek memutuskan sempat ingin meninggalkan pekerjaannya untuk memperkuat armada bisnis sang istri. Dalam menjalankan bisnis dirinya lebih fokus pada pengembangan dan desain produk, maka suaminya bertanggung jawab untuk urusan accounting.

Sukses bisnis di Bali, Ni Kadek mengutarakan “Rekanan kami selama ini justru lebih banyak membawa kebaikan. Saya malah merasa beruntung pengelolaan keuangan ini dikerjakan oleh suami sendiri, orang yang memang sudah saya percaya. Di sisi lain, suami juga sering memberikan masukan-masukan kreatif bagi saya, sehingga saya jadi lebih percaya diri,”. Kini produknya telah tersebar di seluruh jaringan Carrefour, Hypermart, dan Hero di seluruh Indonesia.