Celukan Bawang Port menjadi salah satu tempat yang dikembangkan untuk mendukung pariwisata guna meningkatkan kehadiran wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Dengan infrastruktur yang memadai maka kunjungan wisatawan akan terus meningkat.

Bali sudah menjadi tujuan wisata Indonesia yang sudah dikenal hingga penjuru dunia. Maka tidak heran dengan dibangunnya Celukan Bawang Port untuk kapal pesiar dapat menarik pengunjung. Pembangunan infrastruktur tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak akhir tahun 2017 dan rencananya proyek tersebut dapat selesai pada pertengahan tahun 2018.

Fasilitas mega cruise memang menjadi hal yang diutamakan agar kapal pesiar besar dapat bersandar di Celukan Bawang port. Seperti beberapa waktu lalu, sudah ada kapal pesiar besar yang bersandar di wilayah Celukan Bawang.

Kapal pesiar tersebut membawa ratusan hingga ribuan wisatawan dan selanjutnya menuju ke berbagai objek wisata di sekitar Celukan Bawang. Objek wisata yang populer diantaranya adalah Pantai Lovina, Danau Beratan, Kebun Raya Bedugul, dan Taman Nasional Bali Barat.

Lokasi Celukan Bawang Port Strategis

Celukan Bawang port memang sengaja dipilih karena lokasi ini cukup strategis. Selain itu, kedalaman dermaga juga cukup untuk menampung kapal pesiar besar yakni dii kedalaman 11 meter. Nantinya terdapat Labuh Timur dan Labuh Barat dengan kedalaman masing-masing 11 meter dan 4 meter.

Progres pengembangan kawasan ini sudah hampir 100% dan nantinya akan dikelola oleh PT Pelindo III. Menurut General Pelindo III Celukan Bawang Made Rusly Sunia Jaya mengungkapkan bahwa hingga kini sudah ada kapal pesiar seperti Seaboune Encore dan Silver Whisper yang berlabuh di Celukan Bawang. Kapal pesiar tersebut mampu membawa lebih dari 2.000 wisatawan.

Untuk kapal pesiar besar seperti Royal Carribean yang dapat menampung 4.000 penumpang memang belum dapat bersandar di Celukan Bawang. Untuk itu, Pengembangan Celukan Bawang Port diharapkan dapat selesai secepatnya agar kapal pesiar besar dapat segera berlabuh di Celukan Bawang.

Hal serupa juga diungkapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya yang mengatakan bahwa dengan adanya wisata kapal pesiar maka kawasan di Celukan Bawang port akan terus berkembang. Menurut data dari Cruise Line International Association, lebih dari dua juta wisatawan menggunakan kapal pesiar ke Benua Asia.

Selain itu, posisi Indonesia juga lebih diuntungkan dibandingkan dengan negara lain karena Indonesia memiliki iklim yang  hangat sepanjang tahun dan banyak pantai yang indah.