Aktivitas Gunung Agung yang masih belum stabil dan sering mengalami erupsi memang diperkirakan akan berdampak langsung terhadap sektor pariwisata. Namun pada kenyataanya hingga kini Bali masih tetap kondusif.

“Bali aman, datang saja”, ucap Menteri Pariwisata Arief Yahya saat memastikan pariwisata tetap aman untuk para wisatawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengajak para netizen untuk memposting suasana terbaru di Bali. Arief mempersilahkan para pengguna sosial media yang berkunjung ke Bali dapat meng capture foto di Kuta, Sanur, Ubud, Nusa Penida, Tanah Lot, Nusa Dua, dan lokasi menarik lainnya.

Jika melihat erupsi tahun 2017 kemarin, berita erupsi Gunung Agung cukup ramai di sosial media. Namun pada kenyataannya, suasana saat itu tetap kondusif dan nyaman untuk wisatawan.

Aktivitas Gunung Agung yang masih belum stabil memang cukup menyulitkan karena tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi erupsi. Seperti yang terjadi pada awal pekan ini Gunung Agung erupsi samapi dua kali dalam sehari.

Tinggi kolom abu berwarna kelabu terjadi hingga 2.000 meter di atas puncak atau 5.142 di atas permukaan laut. Kolom abu tersebut memiliki intensitas tebal dan lebih condong kearah barat. Hingga kini status Gunung Agung masih berada di Level III atau Siaga.

Menteri Arief Yahya mengungkapkan bahwa dampak dari erupsi Gungung Agung yang paling berpengaruh adalah di sektor penerbangan. Hal ini karena abu vulkanik dari erupsi Gunung Agung mengarah ke atas dan berpotensi mengganggu penerbangan. Sedangkan untuk transportasi darat dan laut belum begitu terpengaruh.

Selain Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Kordinasi Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan juga mengungkapkan jika kondisi Bali saat cukup aman meski telah terjadi erupsi Gunung Agung. Luhut yang juga menjadi ketua pertemuan IMF-World Bank yakin jika penyelenggaraan tahunan tersebut akan tetap berlangsung dan tidak akan terganggu karena adanya erupsi Gunung Sinabung.