Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Bali, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) menemui perajin tenun kain khas Bali Pegringsingan di Desa Tenganan, Karangasem. Wayan Koster dan Cok Ace melihat secara langsung proses penenunan kain yang terkenal di Bali itu. Selain itu, Koster-Ace juga mendapat penjelasan langsung proses tenun dari pemilik kerajinan, Nengah Wartawan.

Nengah menjelaskan, jika proses penenunan kain khas Bali Pegringsingan membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Sementara itu proses pengerjaan tenun Pegringsingan yang cukup lama yaitu disaat pewarnaan. Untuk membuat satu warna, misalnya warna merah, dibutuhkan waktu sekitar satu tahun. Proses pewarnaannya juga tak bisa dilakukan langsung seketika, melainkan per tiga bulan sekali.

“Prosesnya memang seperti itu, kalau langsung nanti warnanya akan bercampur dengan warna yang lain. Makanya tiga bulan sekali agar kering dulu, baru diwarnai lagi,” jelasnya pada petinggi Bali tersebut.

Sementara itu, yang paling krusial dari penenunan kain khas Bali tersebut adalah bahan baku. Untuk warna, bahan bakunya diambil dari Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Nengah memilih bahan baku dari Nusa Penida karena disanalah yang terbaik. Pewarnaannya dengan bahan alami buah mengkudu, di Nusa Penida buah mengkudunya tumbuh diatas batu kapur, sehingga bagus untuk pewarnaan.

Proses dari awal hingga menjadi kain tenun, diperlukan waktu sekitar dua tahun lamanya. Tergantung pada panjang kainnya. Minimal dua tahun dari nol sampai kain khas Bali tersebut jadi.

Gubernur Koster akan memastikan agar tenun kain khas Bali Pegringsingan wajib dilestarikan. Koster menambahkan, mendapat informasi jika bahan baku pewarna yakni buah mengkudu mulai hampir sulit dicari. Penyebabnya tak lain karena alih fungsi lahan yang terjadi secara massif di mana-mana. Pihaknya mengusulkan agar dibuat perkebunan yang khusus menanam buah mengkudu agar tenun Pegringsingan tak punah.

“Untuk itu, tanaman mengkudu juga harus ditanam terus supaya tidak punah. Demi kelestarian kain tenun Pegringsingan maka harus diatur mulai dari hulu hingga hilir. Hulunya itu kan menjamin ini bisa terus berjalan seperti kebutuhan bahan baku akan benangnya, pewarnanya dan lainnya. Begitu juga dihilir harus dipastikan dengan baik, Kain khas Bali Pegringsingan harus dilindungi “ katanya.