Anggarkan puluhan miliar sebagai tindak lanjut dari pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) pemkab Buleleng segera membangun patung Proklamator RI, Soekarno. Setinggi 8 meter pembangunan patung Bung Karno tahap ketiga di Kelurahan/Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.

Kepala Bidang RTH, Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertnahan (Perkimta) Buleleng, Gede Melanderat, di Singaraja, Selasa, mengatakan tahun ini dipastikan proyek pembangunan patung Soekarno itu sudah masuk tahap tender.

“Sejumlah Pengusaha Kontraktor sudah melakukan tawar menawar terhadap proyek pembangunan lanjutan RTH tahap ketiga ini. Khusus pembuatan patung Bung Karno, Dinas Perkimta Buleleng mensyaratkan pematung wajib setor miniatur,” katanya.

Saat mendampingi Plt. Kadis Perumahan Pemukiman dan Pertanahan, Nyoman Suratini, ia menjelaskan pembangunan RTH tahap ketiga itu cukup ketat. Selain dilengkapi membangun patung Bung Karno sebagai ikon RTH, juga akan dibangun satu patung Singa Ambara Raja di stage bagian belakang.

Para Pengusaha Kontraktor yang nantinya memenangkan tender diharapkan dapat mendatangkan pematung yang benar-benar kompeten, misalnya melampirkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi seorang pematung profesional.

Menurut dia, patung itu dibuat setinggi 8 meter dan berdiri di atas pedestal yang sudah dibangun. Pedestal itu sendiri memiliki tinggi sekitar 8,5 meter, sehingga secara keseluruhan patung dengan dasarnya itu akan memiliki tinggi hingga 16,5 meter.

“Targetnya, proyek pembangunan RTH tahap ketiga itu tuntas pada bulan Desember 2018 dengan total anggaran keseluruhan Rp 5,8 miliar. Khusus untuk biaya pembuatan patung Soekarno berbahan logam itu senilai Rp 2,5 miliar,” katanya.

Selain pembangunan patung Bung Karno dan patung Singa Ambara Raja, anggaran lainnya juga akan digunakan pembangunan “finishing” seperti saluran irigasi dan pembangunan sumber listrik di kawasan patung itu. Setelah pembangunan tahap ketiga rampung, Melanderat menegaskan bahwa pembangunan RTH Bung Karno masih akan terus dilanjutkan pada tahap berikutnya dan RTH itu benar-benar selesai pada tahap keempat pada tahun 2019.

“Untuk merampungkan seluruh elemennya, Pemkab Buleleng menganggarkan biaya Rp 11 miliar yang akan digunakan membangun wantilan dan air mancur menari di bagian belakang RTH seluas dua hektare. Rencana awal, RTH Bung Karno dengan semua fasilitasnya menghabiskan anggaran Rp 32 miliar,” katanya.

Di sisi lain bisnis di Bali memang sedang terus mengalami pertumbuhan pesat, sektor pemahat patung dan jual beli patung juga masih dalam tahap pengembangan sampai saat ini. Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan patung seperti ini akan membuat sektor bisnis pembuatan patung kembali terangkat.