Pembangunan PLTA kayan Berkapasitas 9.000 Megawaatt Menelan Biaya Hingga Rp340 Triliun.

Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa Indonesia bakal memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) terbesar di Asia Tenggara. Pembangkit listrik tenaga air tersebut nantinya akan berada di Kalimantan, tepatnya di Sungai Kayan, Kecamatan Peso, Bulungan Kalimantan Utara.

PLTA yang berada di Kalimantan Utara tersebut nantinya berkapasitas 9.000 megawatt, sekaligus menjadikan PLTA itu menjadi yang terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Biaya Pembangunan PLTA Kayan

PLTA itu bernama PLTA Kayan. PLTA Kayan akan dibangun tahun ini yang terdiri dari lima unit dengan nilai investasi beragam. Rentang biaya pembangunan PLTA Kayan mencapaiUS$2,3-2,7 juta per megawatt.

Seperti yang dilansir dari financedetik.com, memiliki kapasitas sebesar 9.000 megawatt, ini artinya secara keseluruhan biaya pembangunan PLTA Kayan menelan hingga US$20,7 miliar-US$24,3 miliar. Mengacu kurs Rp14.000/US$, investasinya yaitu sekitar Rp289,8 triliun-Rp340,2 triliun.

Gambar PLTA, Ilustrasi Pembangunan PLTA (bisnis.tempo.co)

Menurut Direktur Operasi PT Kayan Hydro Energy Khaerony nilai investasinya mencapai US$2,3-US$2,7 juta per MW karena akses ke lokasi proyek pembangunan PLTA Kayan ini butuh ekstra, termasuk jadi cost.

Biaya pembangunan PLTA Kayan ini dibiayai oleh Powerchina setelah melakukan tandatangan Perjanjian Pengembangan Bersama untuk PLTA Hydropower 1-5 di Sungai Kayan.

Tepatnya pada tanggal 13 April lalu, Powerchina bersama dengan PT Indonesia Kayan Hydropower Energy, menandatangani perjanjian pengembangan bersama untuk PLTA Hydropower 1-5 di Kayan River di Indonesia.

Hal itu dikemukakan Khaerony “investasinya itu investor kita dari Powerchina dengan Central Asia Capital Ltd. Itu investor kita. Kurang lebih joint venture Kayan mayoritas dari investor yang ada.”

Nantinya PLTA ini akan dimanfaatkan untuk melistriki Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, serta untuk menambah ketahanan energy nasional.

Selain itu, PLTA Kayan juga digadang-gadang bakal memenuhi pasokan listrik ibu kota baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Hal ini diketahui, setelah Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan nanti PLTA Kayan bisa menghasilkan listrik yang cukup besar dan tak jauh dari lokasi ibu kota baru.

Pembangunan PLTA Kayan akan dilakukan pada akhir tahun ini dan siap beroperasi pada tahun 2024. PLTA Kayan berkapasitas 9.000 megawatt ini dalam pembangunannya akan dilakukan secara bertahap dan mampu menyuplai 6.000 megawatt lisrtik ibu kota baru.