PLTA Kayan adalah calon pembangkit listrik terbesar di Indonesia.

PLTA Kayan akan dibangun akhir tahun ini dan melalui lima tahapan konstruksi. PLTA Kayan akan memiliki lima unit bendungan, dengan masing-masing unit mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas yang berbeda-beda.

PLTA Kayan I ditargetkan menghasilkan listrik 900 Megawatt (MW), PLTA Kayan II 1.200 MW, PLTA Kayan Unit III dan IV masing-masing berkapasitas1.800 megawatt, dan PLTA Kayan V 3.200 MW.

Pembangunan PLTA Kayan Gandeng Powerchina

Tentu pembangunan PLTA terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut membutuhkan dana investasi yang tidak sedikit. Proyek PLTA Kayan didanai oleh Powerchina yang sebelumnya sebagai investor PLTA terbesar di dunia, Three Gorges Dam.

Sebagaimana diketahui, Powerchina telah menandatangani surat perjanjian kerja sama konstruksi seluruh proyek PLTA Kayan. Powerchina adalah BUMN China yang berafiliasi dengan beberapa perusahaan seperti Sinohydro Group Ltd, HydroChina Corporation, State Grid Corporation of China, dan China Southern Power Grid Co Ltd.

Pembangunan PLTA Kayan adalah komitmen untuk memajukan perekonomian antara Indonesia dan China (omhydroenergy.com)

Powerchina fokus pada mengembangkan energi dan sumber daya, infrastruktur, dan industri real estate. Energi, pemeliharaan air, kereta api, kereta bawah tanah, jalan, bandara, bangunan, tata kelola lingkungan air, dan tata infrastruktur kota tidak luput dari gurita bisnis Powerchina. .

Terkait pengembangan di bidang Energi baru dan Terbarukan (EBT), Powerchina sudah memiliki pengalaman panjang, terutama pada pemanfaatan tenaga air, tenaga angin, tenaga surya, dan energi bersih lainnya.

Perlu untuk diketahui, Powerchina memiliki delapan lembaga penelitian dan pengembangan (Litbang). 86 anak perusahaan Powerchina juga bergerak pada bidang pengembangan teknologi saat ini.

Terkait dengan pembangunan PLTA Kayan di Kaltara, adalah wujud komitmen bersama antara China dan Indonesia dalam rangka menjalin kerja sama dagang di Asia.

Saat ini China memang sedang melakukan pergerakan dan kerja sama dagang dengan berbagai negara di Asia. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan, ambisi China untuk membuka kembali Jalur Sutera di masa lampau.

Indonesia sudah menjalin kerja sama dengan China sejak 2013 silam. Ketika itu pemerintah China memperluas wilayah perdagangannya ke berbagai belahan dunia dengan membuat Jalan Sutera OBOR.

Jalan Sutera OBOR menghubungkan Cina dengan Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Samudera Hindia. Jalur perdagangan tersebut juga sebagai pemanfaatan rute transportasi internasional di sepanjang rute OBOR.

Pembangunan PLTA Kayan, kedepannya diharapkan dapat mempelopori penggunaan energi bersih di Indonesia. Selain itu juga diharapkan dapat menjadi sumber cadangan energi di masa depan.