Investor Celukan Bawang siap untuk membiayai pembangunan PLTU tahap II dengan kapasitas 2x330MW senilai 1,5 triliun rupiah. Hal ini juga di dukung dari pernyataan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ida Bagus Made Parwita bahwa izin dari prinsip pembangunan tahap II PLTU Celukan Bawang sudah dikeluarkan oleh BKPM sejak 2014 lalu.

PLTU Celukan Bawang

Sesuai dengan Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal Asing No. 2299/1/IP-PB/PMA/2014, rencana pembangunan PLTU Celukan Bawang akan dikerjakan oleh tiga perusahaan, diantaranya adalah China Huardian Engineering Co.Ltd yang berasal dari Tiongkok dengan saham 51%.

Kemudian Merryline International Pte. Ltd yang berasal dari Singapura dengan dengan saham 38,49%, dan investor Celukan Bawang dari Indonesia sendiri PT General Energy Indonesia dengan saham sebesar 10,51%.

Investor Celukan Bawang yakni PT General Energi Bali telah mengajukan permohonan izin prinsip pada 13 Agustus 2014 dan BKPM baru mengeluarkan ijin pada 19 Agustus 2014. Ijin prinsip tersebut nantinya digunakan untuk mengeluarkan ijin lingkungan.

Terkait dengan izin prinsip tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Bali kemudian melakukan studi lapangan. Hasil dari studi lapangan tersebut menghasilkan Keputusan Surat Gubernur No. 990/03-X/HK/2017 yang berisi kelayakan lingkungan hidup pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Celukan Bawang.

Berdasarkan surat keputusan tersebut maka PLTU Celukan Bawang layak secara lingkungan hidup. Dengan dasar itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bali mengeluarkan Keputusan Gubernur Bali No. 660.3/3985/IV-A/DISPMPT tentang lingkungan hidup pembangunan PLTU Celukan Bawang.

Meski Investor Celukan Bawang telah siap dengan nilai investasi 1,5 triliun tetap izin operasional pembangunan tahap II PLTU Celukan Bawang belum dikeluarkan.

Perlu diketahui bahwa PLTU Celukan Bawang berada di Kabupaten Buleleng atau Bali bagian utara. Wilayah ini memang mulai dikembangkan baik sektor industri maupun sektor pariwisata. Hal ini dapat dilihat dari pengembangan pelabuhan Celukan Bawang Bali yang mampu menarik para wisatawan mancanegara berkunjung ke wilayah Bali bagian utara. Selain itu, pelabuhan tersebut juga sebagai tempat bersandarnya kapal pesiar besar dari berbagai negara.