Masyarakat Bali yang sangat terkenal selalu mempertahankan adat dan kebudayaannya hingga detik ini. Memiliki kesadaran melestarikan dan mengimplementasikan segala adat dan kebudayaannya tersebut secara sungguh-sungguh. Salah satu yang masih terjaga yaitu Kain khas Bali Bebali.

Kain tenun Bebali adalah salah satu kain khas bali, di Bali Utara lebih dikenal dengan sebutan Wangsul, sedangkan di Bali Timur bernama Gedogan. Bebali sendiri memiliki arti Upacara, sehingga kain khas bali tersebut hanya digunakan untuk kegiatan upacara dan hanya anggota dalam tiga kasta tertinggi (triwangsa) yang mengetahui proses pembuatannya.

Keunikan dari kain khas bali yang satu ini yaitu karena berhubungan dengan keagamaan, kain tenun bebali ditenun oleh tetua perempuan yang sudah tak lagi menstruasi yang disebut Baki. Pembuatan kain tenun Bebali melalui proses lima tahapan dengan jenis dan ragam hias yang beraneka rupa. Ragam hias kain Bebali bersifat geometris tetapi kain tenun ini mempunyai sisi yang tidak simetris di sisi kanan dan kirinya, hal tersebut menandakan Rwa Bhineda berarti sistem dualistis seperti baik dan buruk, benar dan salah, dan lain sebagainya.

Kain khas bali bebali sebagai hasil dan aktivitas budaya yang dalam sistem sosial masysrakat tradisional memiliki keterkaitan yang erat dengan berbagai aktivitas ataupun upacara tradisional. Oleh karenanya Kain tenun bebali mampu menunjukan jati dirinya sebagai lokal genius, karena memiliki ciri khas tampilan motif, warna dan teknik penemuannya.

Terlebih lagi kain khas bali ini memiliki unsur visual sebagai simbol yang membawa arti tertentu, berdasarkan adat dan kepercayaan masyarakatnya. Keistimewaannya kain khas bali yang satu ini cukup sulit ditemukan apalagi untuk di komersilkan. Kain khas Bali lainnya yang sudah lebih dulu kita kenal seperti Kain tenun Poleng, Kain tenun Endek dan Songket Bali tentu tidak kalah cantik dan lebih mudah kita peroleh. Kain tenun, turut menandakan kekayaan budaya yang melimpah ruah dan menjadi kebanggan tersendiri sebagai bangsa Indonesia.

Sudah menjadi tugas bersama untuk menjaga dan melestarikan budaya Bali dan Budaya Indonesia lainnya.